Peranan Komunikasi Dalam Implementasi Kebijakan Pusat Layanan Internet Kecamatan (Kasus di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung )

Authors

  • Paraden Lucas Sidauruk Puslitbang PPI

DOI:

https://doi.org/10.17933/jppi.2013.030105

Keywords:

Peranan, Komunikasi, Implementasi, PLIK

Abstract

ABSTRAK

Masalah  penelitian,  bagaimana  gambaran  implementasi Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK), apa gangguan dan hambatannya serta bagaimana peranan  komunikasi dalam implementasi  PLIK. Penelitian ini menggunakan pendekatan  metodologi penelitian kualitatif dengan  teknik pengumpulan data  wawancara mendalam (indepth interview), observasi dan Focus Group Discussion (FGD).   Lokasi penelitian dipilih secara purposive di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah,  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan penelitian dilaksanakan  26 Juni-30 Juni 2012.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran PLIK beroperasi  dan PLIK tidak beroperasi berkaitan dengan berfungsi tidaknya perangkat, khususnya jaringan internetnya.   Gangguan dan hambatan berasal dari implementasi penetapan lokasi, jaringan internet, lambatnya penyedia PLIK dalam memperbaiki perangkat.  Kesimpulan penelitian,  peranan komunikasi masih minim dalam implementasi PLIK terutama dalam penetapan lokasi, penggunaan papan nama dan rambu penunjuk sebagai sarana komunikasi, dan pelaksanaan pelaporan atau pengaduan perangkat sebagai bentuk komunikasi.    Oleh sebab itu,  disarankan perubahan pada pasal 12 (ayat 1) Permenkominfo, yang mewajibkan penyedia PLIK dalam penetapan lokasi berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; pembuatan petunjuk pelaksanaan sebagai penjabaran pasal 2 (ayat 3 huruf k) untuk memastikan pemasangan papan nama dan rambu penunjuk; perubahan isi pasal 9 (ayat j) agar penyedia PLIK menyediakan alamat Kantor dan nomor telepon tetap pengaduan pengelola   di tingkat kota/kabupaten.

 

ABSTRACT

Research problem, how is the implementation of the District Internet Service Center (PLIK),   what distractions and obstacles and how the role of communication in the implementation of PLIK. This study used a qualitative research methodology with data collection techniques using in-depth interviews, observation and focus group discussion (FGD). Locations of the study were selected purposively in Pangkalpinang and Central Bangka Regency, Bangka Belitung Islands and research conducted on June 26 to June 30, 2012. The results showed that PLIK which operate and PLIK which is not operate related to the functioning devices, especially internet network. Disorders and barriers derived from the implementation of the determination of the location, the internet network, the slowness of PLIK providers in repairing the device. The conclusion of this study, the role of communication in the implementation of PLIK still minimal, especially in the determination of the location, the use of the name boards and signs as a means of communication, and also on the implementation of device complaints as a form of communication. Therefore, it is suggested to revise article 12 (paragraph 1) ICT Ministerial Regulation No.19/2010, which requires PLIK providers to coordinate with the Local Government in determining the location of PLIK; Providing implementation guideline as a translation of Article 2 (paragraph 3 point k) to ensure installation of signage and pointing signs; amendment of article 9 (paragraph j) in order to ensure PLIK provider provide officially office addresses and telephone numbers for handle the complaints at the city/district.

Author Biography

Paraden Lucas Sidauruk, Puslitbang PPI

Kementerian Komunikasi dan Informatika

References

Abdul Wahab, S. (1997) Analisis Kebijaksanaan. Edis Kedua. Jakarta: Bumi Aksara.

Anderson, J. E. (1984). Public Policy-Making. New York: CBS College Publishing.

BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (2011a). Kepulauan Bangka Belitung Dalam Angka 2011.

BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (2011b). Statistik Potensi Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2011

BP3TI. (2011a). Penyediaan KPU/USO Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI). Buku Pintar.

______. (2011b). Sebaran dan Pemanfaatan PLIK dan MPLIK. Materi BP3TI Sosialisasi, Koordinasi dan Kerjasama Masyarakat TIK, Bogor 6 Juli 2011. Makalah.

______. ( 2012). Penyediaan PKU/USO. Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) Melalui USO, Kita Buka Kemudahan Akses Informasi Hingga Pelosok Negeri.

Bungin, B. (Ed). (2001). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, Edisi Keempat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Dunn, W. N. (2000). Pengantar Analisis Kebijakan Publik, Edisi Kedua. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Effendy, Onong, Uchjana. (2003). Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT Citra Aditya Bakti

Kementerian Komunikasi dan Informatika. (2010a). Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2010-2014.

-------. (2010b) . Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 19/PER/M.KOMINFO/12/ 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Komunikasi Dan Informatika Nomor: 48/Per/M.Kominfo/11/2009 Tentang Penyediaan Jasa Akses Internet Pada Wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi Internet Kecamatan.

Kriyantoro, R. (2010). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Lasswell, H. D. (1948). The Structure and Function of Communication in Society” dalam Wilbur Schramm. Mass Communication. Urbana, University of Illinois, 1963.

Moleong, L.J. (1993). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyono. (2 Mei 2012). Model Implementasi Kebijakan George C. Edward III. Diakses dari http://mulyono.staff.uns.ac.id/2009/05/28/model-implementasi-kebijakan-george-edward-iii/

Nurjaman, K. & Umam, K. (2012). Komunikasi dan Public Relations. Bandung: Penerbit Pustaka Setia.

Prastya, Teguh. (4 Juni 2012) . Perlunya Evaluasi Program Agar Lbih Tepat Sasaran. Diakses dari http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/88572.

Pusat Litbang Aptel, SKDI. (2008). Community Acces Point. Hadir Membantu Masyarakat Miskin di Pedesaan. Jakarta

Pusat Litbang Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI). (2011). Analisis Penerimaan Masyarakat Lokal terhadap Layanan Internet Pada Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK). Laporan Penelitian Mandiri.

-------. (2012). Laporan Kajian Yang Mendukung Monitoring dan Evalasi PLIK.

Ruslan, R. (2010). Metode Peneltian Public Relations dan Komunikasi. Jakarta, PT RajaGrafindo Persada.

Santoso, H. (2012). “PLIK Target Terpasang Penyedia Pelaksanaan Pembayaran Permasalasan Umum” Presentasi dalam Bimtek Pusat Litbang Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Jakarta.

Satori, D & Komariah, A. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Penerbit Alfabeta.

Saydam, G. (2010). Kamus Istilah Telekomunikasi. Bandung : Pustaka Reka Cipta.

Sendjaja, S. D., dkk. (2008). Teori Komunikasi. Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.

Soekanto, S.. (1977). Sosiologi. Suatu Pengantar. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Sugiyono (2012). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung : Alfabeta.

Rohim, S.. H. (2009). Teori Komunikasi. Jakarta: Penerbit PT Rineka Cipta.

Lampiran 1

*) Moderator FGD adalah Marwan,SAg Sekretaris Diskominfo, dan pesertanya 10 orang berasal dari delapan unsur stakeholder, yaitu (1) Herdian Farid sebagai pengelola PLIK beroperasi, (2) Eko Saputra pengelola PLIK tidak beroperasi, (3) Rendi Kurniawan, pengamat IT/PLIK, (4) Andri Yanto sebagai pengguna IT dari Harian Bangka Pos, (5) Surranto dari Diskominfo, (6) H. Agus M.D. sebagai pengusaha warnet di Pangkalan Balam, (7) Pascal Joemadi ketua Apkomindo dan M. Hasan Zayadi, sekretaris Apkomindo, (8) Hadi Santoso dan Hilyah Magdalena, akademisi/dosen STIMIK Atma Luhur.

Downloads

Published

2013-09-02